Timnas Amerika Serikat sukses mengamankan tiket ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina, Kamis (2/7/2026) pagi WIB. Folarin Balogun dan Malik Tillman menjadi pencetak gol yang memastikan langkah Tim Paman Sam ke fase gugur.
Meski meraih kemenangan, Amerika Serikat justru dibuat kesal karena Balogun harus menerima kartu merah pada babak kedua. Hukuman itu membuat striker andalan mereka dipastikan absen saat menghadapi Belgia di babak berikutnya.
Keputusan wasit langsung memicu perdebatan. Pihak Amerika Serikat merasa kartu merah tersebut terlalu berat karena tekel Balogun dinilai tidak dilakukan dengan sengaja.
Kartu Merah Balogun Jadi Sorotan
Insiden terjadi pada menit ke-64 saat Balogun melakukan tekel terhadap Tarik Muharemovic. Wasit Raphael Claus kemudian mengecek tayangan VAR sebelum mengambil keputusan.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah untuk Balogun. Keputusan itu membuat Tim Paman Sam harus bermain dengan 10 pemain hingga laga berakhir.
Beruntung, keunggulan dua gol tetap bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Namun, absennya Balogun jelas menjadi kerugian besar karena ia sudah mencetak empat gol sepanjang turnamen.
Amerika Serikat Singgung Messi
Tidak lama setelah pertandingan selesai, Amerika Serikat mengunggah pernyataan di media sosial. Mereka membandingkan kartu merah Balogun dengan insiden yang melibatkan Lionel Messi saat Argentina menghadapi Aljazair.
Menurut mereka, pelanggaran Messi terhadap Aissa Mandi terlihat mirip. Bedanya, kapten Argentina tidak mendapat kartu kuning dan insiden itu juga tidak melalui pemeriksaan VAR.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian pecinta sepak bola. Banyak yang ikut membahas soal konsistensi keputusan wasit sepanjang Piala Dunia 2026.
Perbandingan itu membuat perdebatan semakin ramai, terutama soal penggunaan VAR yang dinilai belum selalu menghasilkan keputusan yang sama di setiap pertandingan.
Banding Dinilai Sulit Berhasil
Amerika Serikat kabarnya akan mengajukan banding kepada FIFA agar kartu merah Balogun bisa dibatalkan. Mereka berharap sang striker tetap bisa tampil saat melawan Belgia.
Meski begitu, sejumlah media internasional menilai peluang banding tersebut sangat kecil. Alasannya, keputusan wasit sudah diambil setelah melalui pemeriksaan VAR.
Jika hukuman tetap berlaku, pelatih Amerika Serikat harus mencari pengganti yang mampu mengisi peran Balogun di lini depan.
Kehilangan pemain yang sedang tajam tentu menjadi tantangan besar bagi Tim Paman Sam saat memasuki fase gugur.
Fokus Hadapi Belgia
Kini Amerika Serikat memilih mengalihkan fokus ke pertandingan melawan Belgia. Laga itu dipastikan tidak akan mudah karena lawan memiliki kualitas yang sangat baik.
Tim Paman Sam harus menemukan strategi baru agar lini serang tetap berbahaya meski tanpa Balogun. Kerja sama antar pemain bakal menjadi kunci untuk menjaga peluang lolos ke perempat final.
Di sisi lain, polemik kartu merah Balogun diperkirakan masih akan terus menjadi pembahasan. Banyak yang menunggu apakah FIFA akan tetap mempertahankan keputusan tersebut atau memberikan perubahan sebelum laga berikutnya.