Paris Saint-Germain justru bikin hasil mengejutkan di laga terakhir Liga Prancis musim ini. Bukannya menang mulus, PSG malah tumbang 1-2 dari rival sekota mereka, Paris FC.
Padahal di laga ini Les Parisiens sempat memimpin lebih dulu melalui gol dari Bradley Barcola. Namun semuanya berubah di babak akhir setelah Alimami Gory tampil jadi mimpi buruk buat PSG dengan dua golnya.
Walau hasil ini tidak berpengaruh ke klasemen karena PSG sudah resmi juara Ligue 1, kekalahan tersebut tetap bikin suasana ruang ganti mereka jadi gak nyaman. Terlebih laga final Liga Champions kontra Arsenal cuma tinggal menghitung hari.
PSG Main Santai Kebangetan
Sejak awal laga, permainan PSG sebenarnya masih terlihat cukup dominan. Mereka menguasai bola dan beberapa kali bikin pertahanan Paris FC kerepotan.
Gol pembuka akhirnya lahir di awal babak kedua lewat Bradley Barcola. Momen itu sempat bikin banyak orang mengira PSG bakal menang santai tanpa masalah berarti.
Namun setelah unggul, tempo permainan PSG malah mulai turun. Intensitas serangan tidak segarang biasanya dan para pemain terlihat kurang ngotot.
Situasi itu akhirnya dimanfaatkan Paris FC yang perlahan mulai lebih berani menyerang. Dari situ, pertandingan mulai berubah arah.
Paris FC Beri Kejutan Besar
Tim tuan rumah ternyata tidak mau cuma jadi pelengkap pesta juara PSG. Mereka terus mencoba mencari celah di lini belakang lawan yang mulai terlihat longgar.
Gol penyama akhirnya datang lewat Alimami Gory pada menit ke-75. Stadion langsung ramai karena Paris FC sukses bikin laga kembali hidup.
PSG sempat bersaha bangkit setelah skor berubah sama kuat. Tapi permainan mereka tetap terasa kurang greget dan sering kehilangan fokus di momen penting.
Drama terbesar hadir di masa injury time ketika Gory kembali mencetak gol kedua. Paris FC pun berhasil membalikkan keadaan, sehingga bikin PSG pulang dengan wajah kesal.
Luis Enrique Langsung Kesel
Selesai pertandingan, Luis Enrique tidak menutupi rasa kecewanya. Pelatih asal Spanyol itu terang-terangan merasa timnya tampil tanpa semangat.
Menurut Enrique, pemain PSG seharusnya tetap tampil serius meski gelar juara sudah aman. Baginya, standar permainan klub sebesar PSG tidak boleh turun begitu saja.
Ia juga menyinggung soal kurangnya intensitas dan ambisi para pemain di lapangan. Enrique mengaku tidak suka mencari alasan meski motivasi tim mungkin menurun.
Komentarnya langsung ramai dibahas karena final Liga Champions melawan Arsenal sudah dekat. Banyak fans mulai khawatir melihat performa PSG yang mendadak kurang meyakinkan.
Fokus Besar Sekarang ke Arsenal
Gelandang muda PSG, Joao Neves, juga sadar timnya memang tampil kurang bagus di laga ini. Ia menganggap kekalahan tersebut harus jadi pelajaran penting sebelum final.
Menurut Neves, PSG masih punya waktu buat memperbaiki permainan dan mengembalikan fokus tim. Semua pemain ingin datang ke final dalam kondisi terbaik.
Laga melawan Arsenal nanti jelas jadi pertandingan paling penting buat Les Parisiens musim ini. Trofi Liga Champions masih jadi mimpi besar yang belum berhasil mereka wujudkan.
Karena itu, kekalahan dari Paris FC bisa jadi tamparan yang pas buat PSG. Daripada terlena terlalu lama, lebih baik sadar lebih cepat sebelum menghadapi laga terbesar musim ini.