Kekalahan Arsenal di final Liga Champions 2026 masih menyisakan rasa kecewa yang besar. The Gunners harus mengubur mimpi meraih trofi Liga Champions pertama setelah kalah dari Paris Saint-Germain lewat drama adu penalti.
Pertandingan yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, berjalan sangat ketat. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti yang berlangsung menegangkan.
Di tengah kekecewaan tersebut, kapten Arsenal, Declan Rice, menunjukkan sikap seorang pemimpin. Ia langsung memberikan dukungan kepada Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes yang gagal menjalankan tugas sebagai algojo penalti.
Final Berjalan Ketat hingga Adu Penalti
Arsenal sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Kai Havertz berhasil membawa Meriam London unggul cepat saat laga baru berjalan lima menit.
Namun PSG mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele pada babak kedua. Setelah itu, kedua tim sama-sama gagal mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir.
Karena skor tetap imbang, laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Ketegangan semakin terasa karena kedua tim sama-sama tampil tenang di depan titik putih.
Adu penalti akhirnya berlanjut ke fase sudden death setelah kedua tim saling membalas gol dan kegagalan.
Eze dan Gabriel Jadi Sorotan
Dalam adu penalti tersebut, Eberechi Eze menjadi pemain Arsenal pertama yang gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya melebar dan membuat PSG mendapatkan keuntungan.
Meski begitu, Arsenal sempat kembali memiliki harapan setelah David Raya berhasil menggagalkan penalti Nuno Mendes. Situasi tersebut membuat persaingan tetap terbuka hingga penendang berikutnya.
Momen penentuan terjadi ketika Lucas Beraldo sukses mencetak gol untuk PSG. Setelah itu, Gabriel Magalhaes yang maju sebagai penendang Arsenal gagal mengarahkan bola ke gawang.
Kegagalan tersebut memastikan PSG keluar sebagai juara, sementara para pemain Arsenal harus menerima kenyataan pahit di partai puncak.
Rice Minta Rekannya Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Usai pertandingan, Declan Rice mengungkapkan bahwa Eze dan Gabriel sangat terpukul dengan hasil tersebut. Keduanya merasa kecewa karena gagal membantu tim meraih gelar.
Walaupun begitu, Rice menegaskan jika gak ada satu pun punggawa Arsenal yang menyalahkan mereka. Menurutnya, kegagalan penalti adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sepak bola.
Gelandang timnas Inggris itu juga menilai siapa pun bisa mengalami hal serupa, termasuk pemain-pemain terbaik di dunia. Oleh sebab itu, gak adil bila semua kesalahan dibebankan pada dua pemain tersebut.
Rice dan rekan-rekannya berusaha memberikan dukungan agar Eze dan Gabriel tidak terus larut dalam rasa bersalah setelah pertandingan.
Kontribusi Mereka Tetap Besar
Bagi Rice, satu kegagalan di final tidak akan menghapus kontribusi besar yang sudah diberikan Eze dan Gabriel sepanjang musim.
Ia menilai kedua pemain tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan Arsenal meraih gelar Liga Inggris musim ini. Tanpa mereka, pencapaian tersebut mungkin tidak akan terwujud.
Karena itu, Rice berharap para pendukung Arsenal tetap memberikan dukungan penuh kepada keduanya. Dalam sepak bola, kemenangan dan kegagalan selalu menjadi bagian dari perjalanan yang harus dihadapi bersama.