Atletico Madrid harus mengubur mimpi tampil di final Liga Champions musim ini setelah kalah dari Arsenal pada semifinal. Kekalahan tipis di Emirates Stadium membuat langkah Los Colchoneros terhenti tepat di depan pintu partai puncak.
Laga antara Arsenal versus Atletico Madrid ini berjalan sengit sejak awal hingga akhir. Arsenal berhasil mengamankan kemenangan 1-0 lewat gol Bukayo Saka dan memastikan tiket final dengan agregat 2-1 atas wakil Spanyol tersebut.
Ketegangan laga ternyata tidak hanya terjadi di atas lapangan. Seusai pertandingan memasuki menit-menit akhir, suasana di pinggir lapangan mendadak memanas setelah Diego Simeone terlibat keributan dengan direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta.
Arsenal dan Atletico Bermain dengan Tensinya Tinggi
Laga di Emirates Stadium berjalan sangat ketat karena kedua tim tampil hati-hati. Arsenal mencoba mempertahankan keunggulan agregat, sementara Atletico terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
The Gunners terlihat lebih nyaman menguasai ritme pertandingan. Sementara itu, Los Colchoneros beberapa kali mengandalkan serangan cepat untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
Pada menit-menit akhir, tensi pertandingan kian memanas. Atletico mulai frustrasi karena waktu terus berjalan dan peluang mereka makin menipis untuk mengejar agregat.
Situasi itu membuat beberapa pemain serta staf pelatih terlihat emosional. Arsenal yang mencoba memperlambat tempo pertandingan ikut memancing reaksi keras dari kubu Atletico Madrid.
Simeone Emosi di Area Bangku Cadangan
Diego Simeone terlihat gak puas dengan beberapa momen menjelang pertandingan berakhir. Pelatih asal Argentina itu terlihat berkali-kali melakukan protes ke arah wasit dan staf Arsenal.
Puncaknya terjadi saat Simeone mendatangi area staf Arsenal. Ia terlihat menghampiri Andrea Berta yang berada di dekat bangku cadangan The Gunners.
Dalam situasi panas tersebut, Simeone sempat mendorong Berta hingga memicu keributan kecil. Beberapa staf dari kedua tim langsung bergerak cepat untuk memisahkan keduanya agar situasi tidak semakin memburuk.
Insiden itu langsung menarik perhatian publik karena hubungan Simeone dan Berta sebenarnya cukup dekat. Keduanya pernah bekerja sama cukup lama di Atletico Madrid.
Hubungan Lama Andrea Berta dan Simeone
Andrea Berta bukan nama asing bagi penggemar Atletico. Ia menjadi salah satu sosok penting di balik kesuksesan klub selama lebih dari satu dekade terakhir.
Berta mulai bekerja bersama Simeone sejak tahun 2013. Saat itu ia menjabat Direktur Teknik sebelum akhirnya dipercaya menjadi Direktur Olahraga Atletico Madrid.
Kolaborasi keduanya menghadirkan banyak trofi untuk Los Colchoneros. Klub asal ibu kota Spanyol itu berhasil meraih gelar LaLiga, Liga Europa, Copa del Rey, hingga Piala Super Eropa.
Karena hubungan panjang tersebut, keributan di Emirates Stadium terasa cukup mengejutkan. Banyak pihak menilai emosi pertandingan membuat situasi berkembang di luar kendali.
Andrea Berta Langsung Bawa Dampak di Arsenal
Pada tahun 2025, Andrea Berta resmi bergabung dengan Arsenal untuk menggantikan Edu Gaspar. Kehadirannya langsung membawa perubahan besar bagi proyek klub London Utara tersebut.
The Gunners berhasil mendatangkan beberapa pemain penting seperti Viktor Gyokeres, Noni Madueke, dan Martin Zubimendi. Kehadiran pemain-pemain baru itu membuat skuad Arsenal semakin kompetitif.
Musim pertama Berta di Emirates langsung berjalan impresif. Arsenal sukses melangkah ke final Liga Champions setelah penantian panjang selama dua dekade.
Selain tampil di Eropa, The Gunners juga masih bersaing dalam perebutan gelar Premier League. Situasi itu membuat Andrea Berta mulai dianggap sebagai salah satu sosok penting di balik kebangkitan Arsenal musim ini.