Juventus harus gigit jari saat bertandang ke markas Cagliari pada pekan ke-21 Serie A 2025/2026. Meski lebih sering menguasai bola dan rajin menyerang, Si Nyonya Tua justru pulang dengan kekalahan tipis 0-1 dari Unipol Domus, Minggu (18/1/2026) dini hari WIB.
Kalau dilihat dari alur pertandingan, Juve sebenarnya tampil dominan sejak awal. Bola lebih banyak dikuasai oleh para punggawa Juve, sementara Cagliari memilih bertahan rapi sambil menunggu momen yang pas untuk menyerang balik. Sayangnya buat tim tamu, dominasi itu nggak berbanding lurus dengan jumlah peluang matang.
Banyak Pegang Bola, Minim Peluang Bersih
Sepanjang babak pertama, Juventus terlihat sabar membangun serangan dari belakang. Beberapa kali bola diarahkan ke sisi sayap untuk mencari celah, tapi pertahanan Cagliari cukup disiplin menutup ruang. Alhasil, peluang yang tercipta masih bisa dibilang setengah matang.
Ada momen yang sempat bikin deg-degan ketika Fabio Miretti terjatuh di kotak penalti. Wasit sempat menunjuk titik putih, tapi setelah dicek ulang lewat VAR, keputusan itu dibatalkan. Tak lama kemudian, Kenan Yildiz malah mendapat kartu kuning karena dianggap terlalu mudah jatuh di area yang sama.
Sampai turun minum, skor masih kacamata. Cagliari hampir tak memberikan ancaman, sementara Juventus belum menemukan cara efektif untuk menembus tembok pertahanan lawan.
Sekali Serang, Gawang Juve Langsung Jebol
Masuk babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Juventus tetap menekan, Cagliari tetap sabar menunggu. Tapi justru dari situasi bola mati, tuan rumah berhasil mencuri momen emas.
Di menit ke-65, tendangan bebas dari sisi kanan dikirim ke kotak penalti dan disambar Luca Mazzitelli dengan finishing cepat yang mengarah ke sudut gawang. Satu sentuhan, satu gol, dan stadion langsung bergemuruh.
Setelah tertinggal, Juventus langsung menaikkan tempo. Serangan jadi lebih agresif, umpan-umpan silang mulai rutin dilepaskan, dan tekanan makin terasa di kotak penalti Cagliari. Bahkan, Yildiz hampir menyamakan skor saat tembakannya membentur tiang.
Namun sampai peluit akhir berbunyi, gol yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Kiper Cagliari tampil tenang dan jadi salah satu kunci kemenangan timnya.
Klasemen Ikut Kena Dampaknya
Dengan kekalahan di kandang Cagliari ini, kini Juventus masih tertahan di urutan keempat dengan 39 poin. Sementara Cagliari mendapat tambahan penting yang mengangkat mereka ke posisi ke-13 dengan 22 poin.
Laga ini jadi contoh klasik bahwa menguasai permainan belum tentu cukup. Kalau peluang nggak dimaksimalkan, satu momen dari lawan bisa langsung mengubah segalanya. Dan malam itu, Cagliari benar-benar memanfaatkan kesempatan dengan sempurna.