Setia ke Sunderland, Granit Xhaka Tutup Peluang Gabung Chelsea

EPL

Rumor kepindahan Granit Xhaka ke Chelsea mulai ramai setelah Xabi Alonso resmi menjadi manajer baru klub London tersebut. Pelatih asal Spanyol itu kabarnya ingin kembali bekerja sama dengan mantan anak asuhnya tersebut di Bayer Leverkusen.

Hubungan baik antara Alonso dan Xhaka memang sudah terjalin sejak keduanya bekerja sama di Jerman. Kombinasi keduanya sempat membawa Leverkusen meraih berbagai hasil positif dan menjadi salah satu tim terbaik di Bundesliga.

Meski begitu, peluang reuni di Stamford Bridge tampaknya tidak akan mudah terwujud. Xhaka justru memberikan sinyal kuat bahwa dirinya masih ingin melanjutkan perjalanan bersama Sunderland.

Xabi Alonso Ingin Reuni dengan Xhaka

Setelah dipercaya menangani Chelsea, Alonso mulai dikaitkan dengan sejumlah pemain yang pernah bekerja sama dengannya di Leverkusen. Salah satu nama yang paling sering muncul adalah Granit Xhaka.

Pengalaman dan kepemimpinan Xhaka dianggap bisa menjadi tambahan penting untuk lini tengah Chelsea yang sedang dibangun Alonso.

Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa gelandang asal Swiss tersebut tertarik meninggalkan klubnya saat ini.

Sunderland Sudah Menjadi Rumah

Xhaka bergabung dengan Sunderland pada musim panas 2025 setelah memutuskan meninggalkan Bayer Leverkusen. Kehadirannya langsung membawa pengaruh besar di dalam maupun luar lapangan.

Ia dipercaya mengenakan ban kapten dan sukses membantu Sunderland tampil mengejutkan pada musim pertamanya setelah promosi dari Championship.

Sunderland bahkan mampu mendapatkan tiket ke kompetisi Eropa meski baru saja promosi dari Championship. Pencapaian tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada musim lalu.

Xhaka mengaku dirinya dan keluarga merasa nyaman tinggal di Sunderland sehingga belum memiliki keinginan untuk mencari tantangan baru.

Pencapaian Besar Bersama Swiss

Selain tampil impresif di level klub, Xhaka juga menunjukkan kualitasnya bersama Timnas Swiss di Piala Dunia 2026.

Ia berhasil membantu Swiss melangkah hingga babak perempatfinal, sebuah pencapaian yang menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Keberhasilan itu terasa semakin spesial karena Swiss terakhir kali mencapai prestasi serupa pada Piala Dunia 1954.

Pengalaman dan ketenangan Xhaka kembali menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan timnya di turnamen tersebut.

Pengalaman Jadi Modal Berharga

Xhaka merasa dirinya masih terus berkembang meski sudah memasuki usia 33 tahun. Pengalaman panjang di berbagai kompetisi membuatnya semakin matang sebagai pemain.

Xhaka menilai pengalaman yang terus bertambah, serta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat, menjadi faktor penting yang membantunya tetap tampil baik hingga saat ini.

Dengan pernyataan yang sudah disampaikan secara terbuka, peluang Chelsea untuk memboyong sang gelandang pada bursa transfer kali ini tampaknya semakin kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright 2026 Berita Sepak Bola Online Terbaru dan Terupdate
Powered by WordPress | Mercury Theme