Nama Cesc Fabregas makin ramai diperbincangkan setelah keberhasilannya membawa Como tampil mengejutkan di Liga Italia musim ini. Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu perlahan menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih muda dengan ide permainan yang menarik perhatian banyak klub besar Eropa.
Como yang sempat hanya dianggap tim pelengkap kini justru mampu bersaing di papan atas klasemen. Klub milik Hartono bersaudara itu bahkan masih menjaga peluang tampil di Liga Champions musim depan, sesuatu yang beberapa tahun lalu terasa sulit dibayangkan.
Performa stabil Como membuat banyak pihak mulai melirik sosok Fabregas. Tidak sedikit yang menilai pria asal Spanyol itu punya potensi menjadi salah satu pelatih besar generasi baru, apalagi gaya bermain yang diterapkannya terlihat modern dan agresif.
Como Jadi Kejutan Besar di Liga Italia
Como tampil jauh lebih berani musim ini dibanding banyak prediksi awal. I Lariani mampu merepotkan klub-klub besar lewat permainan cepat dan penguasaan bola yang rapi sejak lini belakang.
Fabregas berhasil membentuk identitas permainan yang jelas. Timnya tidak hanya fokus bertahan, tetapi juga aktif membangun serangan dengan tempo tinggi dan pergerakan vertikal yang sulit ditebak lawan.
Skuad muda Como juga menjadi nilai tambah tersendiri. Banyak pemain muda berkembang pesat karena mendapatkan kepercayaan penuh untuk menjalankan skema permainan sang pelatih.
Situasi itu membuat Como tidak lagi dipandang sebagai tim kecil. Mereka kini mulai dianggap sebagai pesaing serius dalam perebutan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Gaya Bermain Fabregas Jadi Sorotan
Fabregas membawa pendekatan yang berbeda di Liga Italia. Saat banyak tim bermain hati-hati, Como justru tampil agresif dan berani menekan lawan sejak awal pertandingan.
Mantan bintang The Blues itu ingin timnya aktif memancing tekanan lawan sebelum mencari ruang kosong untuk menyerang cepat. Pola seperti ini membuat pertandingan Como terasa lebih hidup dan menarik ditonton.
Selain itu, distribusi bola cepat menjadi salah satu kekuatan utama Como. Fabregas tampak ingin setiap pemain berani mengambil keputusan tanpa terlalu lama menahan bola.
Pendekatan modern itu membuat banyak pengamat mulai membandingkannya dengan pelatih muda sukses lain di Eropa. Tidak heran jika klub Premier League mulai memantau perkembangannya.
Premier League Jadi Impian Fabregas
Fabregas tidak menutupi ketertarikannya melatih di Inggris suatu hari nanti. Premier League menurutnya masih menjadi kompetisi terbaik dunia dengan atmosfer dan tantangan luar biasa.
Pengalaman panjang bersama Arsenal dan Chelsea membuatnya punya kedekatan emosional dengan sepak bola Inggris. Hal itu pula yang membuat namanya sempat dikaitkan dengan Chelsea yang sedang mencari pelatih baru.
Meski begitu, Fabregas belum ingin terburu-buru meninggalkan Como. Ia merasa masih menikmati proses membangun tim dan ingin fokus melanjutkan proyek yang sedang berkembang.
Ia juga mengingat pesan Jose Mourinho saat masih bermain di Chelsea. Fabregas mengaku pernah mendapat nasihat bahwa karier kepelatihan masih sangat panjang dan tidak perlu terburu-buru mengambil langkah besar.
Fokus Nikmati Momen Bersama I Lariani
Fabregas terlihat sadar bahwa dunia sepak bola bisa berubah sangat cepat. Satu musim bagus belum tentu menjamin segalanya berjalan mulus pada musim berikutnya.
Karena alasan itu, ia memilih menikmati perjalanan bersama Como tanpa terlalu memikirkan masa depan. Fokus utamanya saat ini tetap membawa I Lariani finis sebaik mungkin di Serie A.
Jika berhasil membawa Como lolos ke Liga Champions, pencapaian tersebut tentu akan menjadi sejarah besar bagi klub. Bahkan tiket Liga Europa saja sudah terasa seperti keberhasilan luar biasa bagi mereka.
Dengan perkembangan yang terus meningkat, Fabregas tampaknya hanya tinggal menunggu waktu sebelum benar-benar mendapat kesempatan melatih klub besar Eropa. Namun untuk sekarang, Como masih menjadi tempat yang paling ingin ia nikmati.