Real Madrid lagi ada di fase yang bisa dibilang super ribet. Setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, luka Los Blancos belum sempat kering, eh malah ditambah kejutan pahit di Copa del Rey. Mereka harus angkat koper lebih cepat usai tumbang dari Albacete di babak 16 besar. Dua hasil nyesek dalam sepekan bikin suasana di Bernabeu makin panas dan penuh tekanan.
Pergantian pelatih yang diharapkan jadi titik balik juga belum kasih efek instan. Sekarang, fokus Madrid dipaksa pindah ke La Liga, tapi persiapan jelang lawan Levante justru makin terganggu oleh kabar kurang enak dari ruang medis.
Mbappe Absen, Daya Gedor Ikut Melemah
Kylian Mbappe dipastikan belum bisa turun saat Madrid menjamu Levante. Masalah di lutut kiri yang sempat membaik ternyata masih belum cukup aman buat memaksanya main di level kompetitif. Tim medis memilih langkah aman supaya cedera itu nggak makin parah dan bikin absen lebih lama.
Buat Madrid, ini jelas pukulan telak. Selama ini Mbappe jadi tumpuan utama di depan, baik buat bikin gol maupun narik perhatian bek lawan. Tanpa dirinya, variasi serangan otomatis berkurang, dan beban bakal jatuh ke pemain lain yang lagi sama-sama berjuang cari bentuk terbaik.
Secara mental, absennya Mbappe juga terasa. Di saat tim lagi butuh figur pembeda, justru sosok yang biasa jadi pemantik semangat harus menepi dulu.
Arbeloa Dihadapkan Ujian Berat
Laga melawan Levante jadi momen penting buat Alvaro Arbeloa di awal kiprahnya sebagai pelatih interim. Tanpa striker utama, pilihan taktiknya jelas lebih terbatas, sementara tuntutan hasil positif justru makin tinggi.
Masalah Madrid juga nggak berhenti di Mbappe. Beberapa pemain belakang seperti Eder Militao, Trent Alexander-Arnold, dan Antonio Rudiger juga masih berkutat dengan cedera. Artinya, Arbeloa harus memutar otak bukan cuma di lini serang, tapi juga dalam menyusun pertahanan yang tetap solid.
Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini soal pembuktian bahwa musim Madrid belum benar-benar jatuh ke jurang. Fans jelas berharap ada reaksi cepat, minimal dari sisi semangat dan intensitas bermain.
Dengan kondisi tim yang lagi pincang, tugas Arbeloa jelas nggak ringan. Tapi justru di situ tantangannya: mencari cara supaya Madrid tetap kompetitif, meski tanpa beberapa senjata utama. Kalau bisa lewati laga ini dengan hasil positif, setidaknya tekanan bisa sedikit mereda, dan kepercayaan diri tim mulai tumbuh lagi.