Bukan Cuma Soal Hasil, Ini Alasan Real Madrid Putuskan Pecat Xabi Alonso

Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid datang dengan cepat dan bikin banyak pihak kaget. Hanya beberapa jam setelah Los Blancos kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, klub langsung mengumumkan perpisahan dengan sang pelatih. Padahal sebelumnya, banyak yang mengira Alonso masih bakal diberi waktu tambahan karena performa tim sempat membaik.

Namun di balik keputusan mendadak itu, ternyata ada masalah yang sudah lama menumpuk di dalam ruang ganti.

Memanasnya Ruang Ganti Madrid

Menurut laporan media Spanyol, konflik internal jadi faktor utama yang mempercepat kepergian Alonso. Hubungan antara pelatih dan pemain disebut mulai renggang sejak beberapa pekan sebelum pengumuman resmi keluar.

Situasi ini gak muncul secara tiba-tiba. Ketegangan disebut sudah terasa sejak awal November, ketika sebuah sesi latihan berubah jadi titik balik yang cukup serius. Sejak saat itu, suasana di dalam tim tidak lagi sehangat sebelumnya.

Insiden Latihan yang Jadi Titik Panas

Pada sebuah sesi latihan di awal November, para pemain Real Madrid dikabarkan kurang fokus dan terlihat tidak sepenuhnya mengikuti instruksi taktik yang diberikan Alonso. Sikap itu dianggap sebagai bentuk kejenuhan terhadap metode latihan yang dinilai terlalu padat dan penuh detail.

Beberapa pemain merasa mendapat terlalu banyak arahan teknis dalam waktu singkat, sehingga sulit langsung diterapkan di pertandingan. Hal ini bikin frustrasi Alonso memuncak. Dalam momen emosional, ia sempat melontarkan komentar yang menggambarkan rasa kecewanya terhadap sikap skuadnya, yang akhirnya menyebar dan jadi bahan pembicaraan di internal tim.

Sejak insiden itu, hubungan antara Alonso dan sebagian pemain disebut tak pernah benar-benar pulih.

Menang, Tapi Rasa Percaya Tak Kembali

Memasuki bulan Desember, performa Real Madrid sempat membaik. Mereka meraih beberapa kemenangan beruntun dan kembali terlihat solid di lapangan. Namun di balik hasil positif itu, hubungan di ruang ganti tetap terasa dingin.

Para pemain masih dinilai menjalankan instruksi, tapi tanpa keterikatan emosional yang kuat. Rasa saling percaya yang penting antara pelatih dan tim disebut sudah terlanjur retak. Dalam kondisi seperti ini, situasi jadi sulit diperbaiki meskipun hasil pertandingan mulai membaik.

Ketika kekalahan dari Barcelona datang di final Piala Super Spanyol, itu menjadi momen yang dianggap sebagai akhir dari perjalanan Alonso di Madrid.

Arbeloa Naik, Era Baru Dimulai

Akhirnya, Xabi Alonso memilih untuk pergi, dan klub pun bergerak cepat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara. Mantan bek kanan Madrid itu naik dari tim cadangan untuk mengisi posisi panas di tim utama.

Keputusan ini menandai dimulainya era baru di Santiago Bernabeu, meski masih bersifat sementara. Bagi Madrid, stabilitas ruang ganti kini jadi prioritas utama setelah periode yang penuh gesekan.

Kepergian Alonso jadi bukti bahwa di klub sebesar Real Madrid, bukan cuma hasil di papan skor yang menentukan nasib pelatih, tapi juga seberapa kuat ia bisa menjaga keharmonisan di dalam tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright 2026 Berita Sepak Bola Online Terbaru dan Terupdate
Powered by WordPress | Mercury Theme