Juventus tampil santai tapi mematikan saat menjamu Cremonese di lanjutan Serie A 2025/2026. Bermain di Allianz Stadium pada Selasa dini hari WIB, 13 Januari 2026, Bianconeri langsung mengambil alih permainan sejak awal laga.
Anak asuh Luciano Spalletti terlihat sangat nyaman menguasai bola, menekan tanpa henti, dan bikin tim tamu kesulitan bernapas. Tanpa perlu drama berlebihan, Juventus perlahan tapi pasti mengunci kemenangan telak 5-0.
Sepanjang pertandingan, tuan rumah benar-benar menunjukkan bahwa mereka berada satu level di atas Cremonese, baik dari segi kualitas permainan maupun mental bertanding.
Babak Pertama:
Sejak awal laga, Juventus yang main di depan pendukung sendiri langsung mengambil alih kendali permainan. Tekanan tinggi membuat Cremonese kesulitan mengembangkan permainan. Peluang emas sempat hadir di menit-menit awal, sebelum akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-12.
Gol pembuka Juventus lahir dari situasi yang cukup unik. Bola hasil sepakan Fabio Miretti justru mengenai Gleison Bremer dan berbelok arah, membuat Emil Audero tak mampu bereaksi. Keunggulan itu membuat permainan Juventus makin percaya diri.
Hanya berselang beberapa menit, keunggulan tuan rumah bertambah. Skema serangan balik cepat dimaksimalkan dengan baik, berujung gol Jonathan David yang menuntaskan peluang dengan tenang di depan gawang.
Laga sempat diwarnai dengan kontroversi. Cremonese awalnya mendapat penalti setelah insiden di kotak terlarang, namun keputusan tersebut dibatalkan usai peninjauan VAR. Situasi ini memicu emosi di kubu tim tamu, yang berujung kartu merah untuk sang pelatih, Davide Nicola.
Juventus kemudian mendapat giliran penalti akibat pelanggaran handball. Eksekusi pertama Kenan Yildiz memang sempat digagalkan, namun ia sigap menyambar bola muntah dan memastikan skor berubah menjadi 3-0 sebelum turun minum.
Babak Kedua:
Memasuki babak kedua, penderitaan Cremonese belum berakhir. Gol keempat Juventus hadir lewat gol bunuh diri Filippo Terracciano yang salah mengantisipasi bola di area pertahanan sendiri. Situasi ini membuat mental tim tamu semakin jatuh.
Juventus tak mengendurkan tekanan meski sudah unggul jauh. Rotasi pemain dilakukan, namun intensitas serangan tetap terjaga. Gol kelima pun lahir di menit ke-64 lewat sundulan Weston McKennie yang memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan.
Cremonese hanya sesekali mengancam, namun Michele Di Gregorio tampil sigap di bawah mistar. Hingga laga usai, Juventus benar-benar mengontrol pertandingan tanpa memberi kesempatan lawannya bangkit.
Kemenangan besar ini membuat Juventus semakin nyaman di peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 39 poin. Sementara itu, Cremonese harus pulang dengan luka mendalam dan masih tertahan di papan tengah.
Hasil ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Juventus sedang berada di jalur yang tepat. Dengan performa sebrilian ini, Bianconeri jelas siap terus menekan papan atas Serie A.