Usia boleh menua, tapi ambisi Robert Lewandowski sama sekali belum luntur. Penyerang senior Barcelona ini menegaskan kalau dirinya belum mau menyerah dalam persaingan tempat utama, meski musim ini perannya tidak selalu jadi starter. Di tengah ketatnya kompetisi lini depan, Lewandowski tetap gaspol dan menolak sekadar jadi pelapis.
Menurut laporan media Spanyol, Lewandowski yang kini berusia 37 tahun masih memegang teguh mental juara. Ia tidak mau nyaman dengan status rotasi dan terus berusaha membuktikan bahwa dirinya masih pantas jadi ujung tombak utama Blaugrana.
Mental Baja di Tengah Musim yang Tidak Mudah
Awal musim 2025/2026 jelas bukan periode yang mulus bagi Lewandowski. Cedera ringan yang datang silih berganti sempat mengganggu ritmenya. Namun, alih-alih melempem, striker asal Polandia itu justru menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa.
Ia tetap bekerja keras di latihan dan siap kapan pun dibutuhkan. Lewandowski paham betul bahwa menit bermain tidak lagi datang dengan mudah, tapi pengalaman panjangnya membuat ia tahu cara menjaga fokus dan kesabaran.
Pembuktian Manis di Derby Catalan
Momen penting datang saat Barcelona menghadapi Espanyol di derby Catalan. Lewandowski memang tidak turun sejak awal, namun ketika masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, dampaknya langsung terasa.
Masuk menggantikan Ferran Torres, Lewandowski tampil efektif dan menjadi pembeda. Gol penentunya di menit akhir pertandingan memastikan kemenangan Barcelona sekaligus menambah koleksi golnya di La Liga menjadi sembilan. Catatan itu membuatnya hanya terpaut dua gol dari Ferran, meski menit bermainnya lebih sedikit.
Statistik tersebut jadi bukti bahwa Lewandowski masih tajam. Sekali dapat peluang, insting golnya masih bekerja dengan sangat baik.
Periode Sulit dan Bangku Cadangan
Dalam beberapa pekan terakhir, Lewandowski memang lebih sering akrab dengan bangku cadangan. Ia tercatat tidak menjadi starter dalam empat laga liga beruntun. Starter terakhirnya di La Liga terjadi saat Barcelona menaklukkan Atletico Madrid.
Selain itu, masalah kebugaran juga sempat membuatnya absen di beberapa laga penting. Meski begitu, pelatih Hansi Flick tetap memandang Lewandowski sebagai opsi krusial, terutama di laga-laga besar yang butuh ketenangan dan pengalaman.
Bukti bahwa Lewandowski Masih Belum Habis
Gol di derby Catalan menjadi pengingat keras bahwa Lewandowski belum habis. Meski sempat puasa gol cukup lama, ia menunjukkan bahwa dirinya masih bisa diandalkan di momen krusial.
Pengalaman, positioning, dan mentalitas pemenang masih menjadi aset berharga bagi Barcelona. Perdebatan soal siapa striker utama mungkin belum selesai, tapi satu hal jelas: Lewandowski belum mau menyerah dan masih siap buat bersaing hingga titik terakhir.