Keputusan Manchester United memecat Ruben Amorim ternyata nggak diterima dengan mulus di internal tim. Justru sebaliknya, suasana ruang ganti disebut langsung panas. Mayoritas pemain Setan Merah dikabarkan kecewa dengan langkah manajemen yang mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut. Padahal, Amorim dinilai masih punya dukungan kuat dari skuad utama.
Dari laporan internal klub, Amorim dikenal sebagai sosok yang cukup populer di mata pemain. Hubungannya dengan ruang ganti terbilang sehat, komunikatif, dan jauh dari kesan kaku. Bahkan hingga jelang pemecatan, sebagian besar pemain masih berada di belakangnya dan percaya proyek yang sedang dibangun belum sepenuhnya gagal.
Pemecatan Sudah Terasa Sejak Awal Pekan
Para pemain baru diberi tahu soal keputusan ini pada Senin pagi waktu setempat. Meski begitu, ada perasaan bahwa perubahan besar memang sudah tercium sejak beberapa hari sebelumnya. Situasi tim yang naik turun dan tekanan dari luar klub bikin isu pemecatan Amorim makin kuat beredar.
Pihak Manchester United sendiri menegaskan tidak ada konflik kekuasaan antara Amorim dan petinggi klub. Alasan resmi yang disampaikan adalah minimnya progres permainan serta kurang terlihatnya evolusi taktik tim. Namun, banyak pihak menilai alasan tersebut terlalu simpel untuk keputusan sebesar ini.
Kritik Terbuka Jadi Titik Balik
Spekulasi lain menyebut posisi Amorim makin sulit setelah ia secara terbuka melontarkan kritik terhadap struktur internal klub dalam konferensi pers setelah laga versus Leeds. Pernyataan tersebut disebut-sebut mempercepat langkah manajemen untuk berpisah, meski sebelumnya dukungan pemain masih cukup solid.
Tak lama setelah kabar pemecatan menyebar, gelombang dukungan dari pemain langsung membanjiri media sosial. Nama-nama besar seperti Bruno Fernandes dan Harry Maguire terlihat memimpin barisan ucapan terima kasih. Disusul pemain lain seperti Matthijs de Ligt, Diogo Dalot, Amad, Bryan Mbeumo, Mason Mount, hingga Joshua Zirkzee. Totalnya, lebih dari sepuluh pemain menyampaikan pesan perpisahan secara terbuka.
Menariknya, Patrick Dorgu dan Benjamin Sesko juga ikut memberi apresiasi, meski sebelumnya sempat dikaitkan dengan kritik Amorim. Fakta ini makin menegaskan bahwa hubungan sang pelatih dengan pemain sebenarnya tidak seburuk rumor yang beredar.
Dimulainya Era Baru di Tengah Kekacauan
Berbeda dengan pemecatan manajer sebelumnya, kali ini pemain sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Setelah Amorim resmi pergi, Manchester United langsung menunjuk Darren Fletcher sebagai manajer interim. Fletcher akan langsung dihadapkan pada tantangan berat, dimulai dengan laga tandang ke markas Burnley.
Sementara itu, Amorim sendiri terlihat santai meninggalkan sorotan. Ia tertangkap kamera berjalan bersama istrinya dengan ekspresi tenang, seolah menunjukkan bahwa drama di Old Trafford tidak terlalu membebani pikirannya. Di sisi lain, MU kembali harus menanggung konsekuensi finansial besar, dengan biaya pergantian manajer yang disebut mencapai puluhan juta pound.
Pemecatan Amorim mungkin sudah jadi keputusan final, tapi dampaknya jelas belum selesai. Ruang ganti masih bergejolak, dan publik kini menunggu apakah langkah ini benar-benar membawa Manchester United ke arah yang lebih baik.