Marc Guehi bergabung dengan Manchester City tanpa sorotan berlebihan, tetapi pengaruhnya langsung terasa di atas lapangan. Bek tengah yang direkrut dari Crystal Palace pada bursa transfer Januari itu tampak tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan sistem permainan tim asuhan Pep Guardiola. Dalam beberapa pertandingan awal saja, namanya sudah mulai diperbincangkan sebagai bagian penting dari struktur pertahanan City.
Golnya saat City menyingkirkan Salford City di Etihad Stadium memang mencuri perhatian. Namun, kontribusinya tidak berhenti pada momen tersebut. Jika ditelaah lebih jauh, peran Guehi dalam menjaga stabilitas lini belakang justru menjadi nilai utama yang membuatnya cepat mendapatkan kepercayaan.
Awal yang Meyakinkan
Sejak menjalani debutnya, Guehi menunjukkan kematangan yang jarang terlihat pada pemain yang baru bergabung di tengah musim. Dalam laga perdananya melawan Wolves, ia tampil tenang dan disiplin. Ia dinilai mampu membaca situasi dengan baik, mengetahui kapan harus melakukan tekanan dan kapan menjaga posisi.
Penampilannya semakin berkembang ketika mendapat kesempatan tampil reguler di Premier League. Ia bahkan sempat terpilih sebagai man of the match saat menghadapi Fulham. Saat bertandang ke Anfield melawan Liverpool, ia juga tampil solid dalam duel satu lawan satu serta distribusi bola dari lini belakang. Untuk pemain yang baru bergabung setengah musim, performanya dinilai cukup impresif.
Guardiola disebut sudah merasakan kesan positif sejak sesi latihan pertama. Sang pelatih menilai Guehi memiliki fokus tinggi, kuat dalam duel, dan menunjukkan ketenangan saat menguasai bola. Meski belum banyak mendapatkan instruksi taktis secara mendalam, ia dianggap cepat memahami karakter permainan City.
Kemampuan Membaca Permainan
Gol yang dicetaknya ke gawang Salford mungkin terlihat sederhana, berawal dari bola muntah yang langsung ia manfaatkan. Namun momen itu memperlihatkan insting serta kewaspadaan yang baik. Ia mampu menempatkan diri di posisi yang tepat dan bereaksi cepat terhadap situasi di dalam kotak penalti.
Di tengah performa tim yang sempat tidak konsisten, kehadiran Guehi menjadi elemen yang menenangkan. Ia tampil stabil dan jarang melakukan kesalahan mendasar. Kemampuannya membaca arah serangan lawan serta menutup ruang dengan efektif membuat lini belakang City terlihat lebih terorganisir.
Guardiola bahkan menegaskan bahwa performa kolektif tim tidak memengaruhi penilaiannya terhadap kualitas Guehi. Ia disebut sebagai rekrutan penting untuk jangka panjang, bukan hanya karena kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas dan profesionalisme yang ditunjukkannya setiap hari.
Kepercayaan yang Terbangun Cepat
Sinyal kepercayaan itu terlihat jelas ketika Rodri menyerahkan ban kapten kepadanya dalam laga melawan Tottenham. Padahal, itu baru menjadi pertandingan keduanya bersama City. Momen tersebut dinilai sebagai indikasi kuat bahwa ia telah mendapatkan respek dari rekan setim maupun staf pelatih.
Kedatangannya memang dilatarbelakangi kebutuhan mendesak akibat cedera yang menimpa Ruben Dias dan Josko Gvardiol. City memerlukan bek yang siap tampil tanpa proses adaptasi panjang. Guehi menjawab kebutuhan itu dengan performa konsisten.
Kontribusinya semakin terasa saat City meraih kemenangan penting di Anfield. Dalam atmosfer penuh tekanan, ia tetap menunjukkan ketenangan dan disiplin tinggi. Berdasarkan awal perjalanannya, Guehi tampak bukan sekadar solusi sementara, melainkan investasi jangka panjang yang berpotensi menjadi fondasi pertahanan The Citizens buat masa depan.