Juventus Menang, Tapi Spalletti Belum Bisa Senyum, Kenapa Tuh?

Juventus memang pulang dengan tiga poin usai menaklukkan Pisa 2-0 di lanjutan Serie A. Tapi jangan salah, hasil manis itu sama sekali belum cukup bikin Luciano Spalletti puas. Alih-alih memuji, sang pelatih justru memberi alarm keras ke skuadnya. Menurutnya, performa Bianconeri masih jauh dari kata meyakinkan, meski papan skor berpihak pada mereka.

Gol kemenangan Juventus dicetak oleh Pierre Kalulu dan Kenan Yildiz. Tapi, jalannya pertandingan gak semulus seperti yang dibayangkan. Bermain di Cetilar Arena, Juve justru beberapa kali dibuat deg-degan oleh tekanan Pisa yang tampil berani dan agresif sejak awal.

Diselamatkan Keberuntungan di Momen Krusial
Kalau bicara jujur, Juventus bisa dibilang cukup beruntung di pertandingan ini. Sepanjang laga, Pisa beberapa kali nyaris menyamakan kedudukan. Dua peluang emas bahkan berakhir menghantam tiang gawang, hasil sepakan Stefano Moreo dan Matteo Tramoni.

Spalletti menilai timnya tampil lambat dan kurang menggigit, terutama di penghujung babak pertama dan awal babak kedua. Intensitas tinggi dari tuan rumah membuat lini belakang Juve kerepotan. Dalam pandangannya, Juventus lolos dari kebobolan lebih karena faktor hoki ketimbang kontrol permainan yang solid.

Meski begitu, kemenangan ini tetap memperpanjang tren positif Juventus, yang kini mencatat tujuh kemenangan dari delapan laga terakhir di semua kompetisi. Tapi bagi Spalletti, statistik tidak cukup untuk menutupi masalah performa.

Serangan Juventus Lebih Hidup di Babak Kedua
Situasi mulai berubah setelah Juventus melakukan rotasi pemain di babak kedua. Masuknya beberapa pemain pengganti membuat aliran serangan jadi lebih hidup. Kreativitas di sepertiga akhir lapangan mulai terlihat, dan Juve akhirnya mampu menciptakan ruang di kotak penalti lawan.

Spalletti melihat kualitas timnya baru benar-benar muncul setelah pergantian tersebut. Gol yang tercipta dianggap pantas karena Juventus mulai bermain lebih berani dan efektif. Meski begitu, ia tetap menegaskan bahwa standar permainan seperti itu seharusnya sudah terlihat sejak menit awal, bukan menunggu situasi mendesak.

Risiko Besar Zhegrova yang Berbuah Manis
Salah satu keputusan paling berani Spalletti adalah memainkan Edon Zhegrova. Kondisi sang pemain sebenarnya belum ideal setelah sempat terserang flu dan demam tinggi. Namun, kebutuhan akan kreativitas membuat sang pelatih mengambil risiko.

Keputusan sang pelatih tersebut terbukti tokcer. Zhegrova memberi dampak instan dan terlibat langsung dalam proses gol pembuka. Selain itu, beberapa pemain lain juga menunjukkan perkembangan positif, termasuk Fabio Miretti yang tampil impresif di menit-menit akhir.

Peringatan Keras Jelang Persaingan Scudetto
Menutup evaluasinya, Spalletti kembali menegaskan bahwa status Juventus sebagai tim besar tidak otomatis menjamin apa pun. Menurutnya, kekuatan sejati hanya bisa dibuktikan lewat konsistensi di lapangan. Jika performa seperti ini terus berulang, persaingan Scudetto bakal jadi tantangan berat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright 2026 Berita Sepak Bola Online Terbaru dan Terupdate
Powered by WordPress | Mercury Theme