Sebuah kejutan terjadi di leg pertama babak play-off fase gugur Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Bodo/Glimt berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 3-1 di laga yang dihelar di Aspmyra Stadion, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Hasil ini membuat wakil Italia berada dalam tekanan besar sebelum gantian menjamu di Milan. Sedangkan, tim tuan rumah bermain dengan penuh percaya diri dan menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar kuda hitam.
Inter Dominan, Tapi Kurang Gigit
Begitu laga dimulai, Inter langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama didapat lewat Lautaro Martinez, namun upayanya masih mampu diredam lini belakang lawan.
Walaupun lebih berpengalaman di kompetisi Eropa, tekanan bertahap yang dibangun Inter ternyata belum cukup efektif. Beberapa peluang dari situasi bola mati dan umpan silang hanya berakhir sia-sia karena pertahanan disiplin Bodo/Glimt sulit ditembus.
Inter memang sempat menyamakan kedudukan lewat aksi Francesco Pio Esposito pada menit ke-30. Gol tersebut lahir dari kemelut di kotak penalti yang dimanfaatkan dengan tembakan rendah terarah. Tapi, momentum tersebut nggak bertahan lama.
Gol Fet Buka Jalan Kejutan
Tuan rumah lebih dulu memimpin lewat gol Sondre Brunstad Fet di menit ke-20. Ia melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang yang dijaga Yann Sommer setelah menerima umpan cepat di area berbahaya.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa efektivitas serangan balik cepat Bodo/Glimt benar-benar merepotkan. Mereka tidak banyak menguasai bola, tetapi setiap transisi serangan terasa mengancam.
Babak Kedua: Tuan Rumah Tampil Kesurupan
Memasuki paruh kedua, Inter mencoba meningkatkan intensitas. Sejumlah peluang emas datang, bahkan ada yang membentur tiang gawang. Tapi, penyelesaian akhir yang kurang klinis bikin mereka gagal berbalik unggul.
Sebaliknya, Bodo/Glimt tampil lebih tajam. Di menit ke-61, ketika kesalahan distribusi bola Inter dimanfaatkan dengan baik sebelum Jens Petter Hauge melepaskan sepakan dengan kaki kiri ke pojok atas gawang.
Cuma berselang tiga menit, serangan balik yang cepat kembali menghukum sang raksasa Serie A. Kasper Hogh sukses menuntaskan umpan matang dari Ole Didrik Blomberg lewat sentuhan jarak dekat yang membuat skor berubah jadi 3-1.
Misi Berat di Giuseppe Meazza
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mencoba merespons lewat sejumlah pergantian pemain. Beberapa nama seperti Marcus Thuram ikut diturunkan demi menambah daya dobrak. Tapi, solidnya sektor pertahanan tuan rumah membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Kini, nasib Inter bakal ditentukan di leg kedua yang akan dilangsugkan di Giuseppe Meazza pekan depan. Mereka wajib menang dengan margin minimal 2 gol bila mau menjaga harapan lolos ke babak 16 besar.
Sementara itu, Bodo/Glimt hanya perlu menjaga konsistensi permainan cepat dan disiplin. Jika mampu tampil seefektif leg pertama, mimpi mereka melangkah lebih jauh di Liga Champions bisa jadi kenyataan.