Real Madrid kembali menunjukkan konsistensi mereka dalam perburuan gelar LaLiga musim 2025/2026. Bertandang ke Mestalla, markas Valencia, Los Blancos sukses mengamankan kemenangan 2-0 pada Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi kemenangan kedelapan beruntun Madrid di liga dan menjaga tekanan ke Barcelona di puncak klasemen.
Tambahan tiga poin membuat Madrid hanya tertinggal satu angka dari sang rival abadi. Di tengah tekanan setelah Barcelona lebih dulu menang di laga sebelumnya, hasil di Mestalla terasa sangat krusial buat menjaga harapan buat meraih gelar juara.
Laga yang Ketat Sejak Kick-off
Bermain di kandang sendiri, Valencia tampil tanpa rasa takut. Tim tuan rumah yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi menunjukkan intensitas tinggi dan disiplin bertahan sejak peluit pertama. Skema rapat yang diterapkan membuat Madrid kesulitan menemukan celah di babak pertama.
Meski begitu, Madrid tetap beberapa kali mengancam. Kylian Mbappe sempat mendapat peluang emas, namun aksinya masih bisa digagalkan kiper Valencia. Beberapa serangan lain juga belum mampu mengubah papan skor, sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Carreras Pecah Kebuntuan
Di awal interval kedua, tempo permainan kian meningkat. Valencia bahkan hampir mencetak gol lebih dulu lewat serangan balik cepat, namun peluang emas mereka gagal dimanfaatkan. Situasi ini menjadi titik balik yang merugikan tuan rumah.
Pada menit ke-65, Madrid akhirnya memecah kebuntuan. Alvaro Carreras melakukan pergerakan individu yang berani ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper. Gol ini terasa spesial karena kembali tercipta saat Carreras menghadapi Valencia, lawan yang seolah cocok dengan gaya mainnya.
Valencia sempat mendapat kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan, namun tembakan mereka hanya membentur tiang. Gagalnya momen tersebut membuat mental tuan rumah sedikit goyah.
Mbappe Mengunci Kemenangan
Saat laga memasuki masa tambahan waktu, Madrid memastikan kemenangan. Mbappe akhirnya berhasil mengukir namanya di papan skor lewat penyelesaian tenang dari jarak dekat. Gol ini menjadi penutup sempurna sekaligus menegaskan efektivitas Madrid, meski tidak selalu mendominasi permainan.
Di bawah arahan Alvaro Arbeloa, Madrid tampil pragmatis namun matang. Empat kemenangan liga beruntun sejak pergantian pelatih menunjukkan stabilitas yang kian terbangun.
Dua Nasib Berbeda
Bagi Madrid, kemenangan ini menjaga mereka tetap menempel ketat Barcelona dalam perburuan gelar ke-37. Sementara bagi Valencia, kekalahan ketiga beruntun di semua ajang membuat situasi makin sulit. Kini Los Che cuma berselisih satu poin dari zona degradasi, dan tekanan jelas semakin besar.
Malam di Mestalla pun jadi bukti bahwa Real Madrid mungkin tak selalu bermain indah, tapi mereka tahu cara menang di momen-momen penting.