Rumor kepindahan Conor Gallagher ke Manchester United akhirnya mulai menemukan kejelasan. Gelandang asal Inggris itu dipastikan tidak akan berseragam Setan Merah pada bursa transfer musim dingin ini. Alih-alih menuju Old Trafford, Gallagher justru dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk kembali ke London dan bergabung dengan Tottenham Hotspur.
Ingin Pergi dari Atletico Madrid
Keputusan Gallagher untuk mencari klub baru tidak lepas dari situasinya di Atletico Madrid. Sepanjang musim ini, menit bermainnya terbilang menurun cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat sang gelandang merasa kurang nyaman dan mulai membuka opsi untuk hengkang demi mendapatkan peran yang lebih besar.
Bursa transfer Januari pun menjadi momen yang tepat. Gallagher ingin segera menemukan klub yang bisa memberinya kepercayaan penuh, apalagi dengan ambisinya untuk tetap tampil reguler di level tertinggi.
Manchester United Cuma Jadi Isu
Nama Gallagher sempat santer dikaitkan dengan Manchester United. Klub raksasa Premier League itu memang sedang membutuhkan tambahan tenaga di lini tengah. Gallagher dinilai punya karakter pekerja keras dan gaya bermain yang cocok dengan atmosfer Liga Inggris.
Namun menurut laporan pakar transfer Eropa Fabrizio Romano, peluang MU untuk mendapatkan Gallagher praktis tertutup. Sang pemain disebut sudah mengambil keputusan dan arah kariernya tidak mengarah ke Manchester.
Tottenham Bergerak Cepat dan Serius
Tottenham Hotspur justru bergerak lebih konkret. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Atletico Madrid untuk transfer permanen Gallagher. Nilai transfernya berada di kisaran 40 juta euro.
Skema pembayarannya terdiri dari dana tunai sekitar 30 juta euro, ditambah bonus add-ons sebesar 10 juta euro. Kesepakatan ini disebut sudah disetujui kedua klub, tinggal menunggu proses administrasi dan detail akhir.
Bukan Pilihan Pertama, Tapi Jadi Tujuan Akhir
Menariknya, Tottenham bukanlah klub pertama yang mendekati Gallagher. Aston Villa sempat berada di posisi terdepan dalam perburuan tanda tangannya. Pelatih Villa disebut sangat menyukai gaya bermain Gallagher dan melihatnya sebagai kepingan penting di lini tengah.
Namun faktor kedekatan emosional dengan London jadi pembeda. Gallagher merasa lebih nyaman kembali ke kota yang sudah dikenalnya dengan baik. Pertimbangan tersebut akhirnya membuatnya memilih Tottenham dan mengesampingkan tawaran dari klub lain.
Manchester United Fokus Urusan Internal
Sementara itu, Manchester United memang belum terlalu aktif di bursa transfer. Fokus utama mereka saat ini adalah merampungkan urusan pelatih kepala. Manajemen klub disebut ingin menyelesaikan struktur kepelatihan terlebih dahulu sebelum berburu pemain baru.
Artinya, MU baru akan bergerak agresif di pasar transfer setelah urusan internal beres. Situasi ini membuat mereka kalah cepat dibanding Tottenham dalam mengejar Gallagher.
Dengan kesepakatan yang sudah di depan mata, Conor Gallagher tampaknya tinggal selangkah lagi resmi menjadi pemain Tottenham. Kepindahan ini berpotensi memberi warna baru di lini tengah The Lilywhites, sekaligus menutup spekulasi panjang yang sempat mengaitkannya dengan Manchester United.