Kalau ngomongin Arsenal musim ini, rasanya kayak naik roller coaster. Performa di klasemen bikin senyum, tapi kabar dari ruang perawatan justru bikin dahi berkerut. Memasuki paruh kedua musim, The Gunners kembali harus berhadapan dengan masalah klasik: badai cedera yang datang tanpa permisi.
Padahal, dari sisi kualitas skuad, Arsenal sebenarnya sudah cukup siap. Musim panas lalu, klub asal London Utara ini nggak ragu keluar duit besar demi memperkuat tim. Sayangnya, sebanyak apa pun pemain bagus yang dimiliki, semuanya jadi percuma kalau lebih sering duduk di ruang medis daripada di lapangan.
Cedera Datang Bergiliran Bikin Arteta Pusing
Daftar pemain Arsenal yang cedera musim ini bisa dibilang panjang dan bikin pusing. Beberapa nama penting seperti Ben White, Kai Havertz, sampai Riccardo Calafiori masih belum bisa dimainkan. Di waktu lain, Arteta juga sempat kehilangan William Saliba, Gabriel Jesus, Gabriel Magalhaes, hingga Bukayo Saka secara bergantian.
Situasi ini jelas mengganggu ritme tim. Setiap pekan, komposisi pemain bisa berubah. Rencana A sering dipaksa jadi rencana C. Arteta pun harus putar otak lebih keras buat menjaga keseimbangan tim, apalagi dengan jadwal kompetisi yang padat dan lawan-lawan yang nggak bisa diremehkan.
Buat Arteta, ketersediaan pemain adalah kunci utama. Bukan cuma soal siapa yang paling jago, tapi siapa yang benar-benar siap tempur tiap pekan. Kedalaman skuad jadi faktor penting, terutama saat tim dituntut konsisten di papan atas.
Bursa Januari: Harapan atau Sekadar Wacana?
Masuknya bursa transfer Januari otomatis bikin spekulasi bermunculan. Apakah Arsenal bakal belanja lagi? Atau cukup bertahan dengan skuad yang ada? Sejak Arteta datang, Arsenal memang dikenal aktif di pasar transfer. Uang bukan masalah besar, tapi keputusan yang salah bisa berdampak panjang.
Arteta sendiri tidak menutup kemungkinan adanya pergerakan. Arsenal tetap memantau pasar, sambil menilai kebutuhan tim dengan realistis. Namun, transfer Januari bukan perkara gampang. Harga pemain cenderung mahal, opsi terbatas, dan belum tentu ada nama yang langsung cocok dengan kebutuhan tim.
Semua keputusan itu terus dibahas bersama direktur olahraga. Fokusnya satu: apa yang terbaik buat tim, bukan sekadar beli pemain demi menenangkan publik.
Ujian Berat The Gunners di Akhir Tahun
Arsenal bakal menutup tahun dengan laga panas melawan Aston Villa. Jarak poin yang tipis bikin pertandingan ini terasa super penting. Menang berarti menjaga momentum, kalah bisa bikin persaingan makin makin ketat
Di tengah tekanan tersebut, keputusan Arsenal di bulan Januari bisa jadi penentu arah musim. Kalau langkahnya tepat, mimpi besar jadi juara EPL masih sangat mungkin. Tapi kalau salah, badai cedera bisa kembali jadi cerita lama yang terulang.