Kedatangan Viktor Gyokeres ke Arsenal sempat bikin fans berharap besar soal lini depan yang makin tajam. Tapi sampai memasuki paruh kedua musim, striker asal Swedia itu belum juga rutin mencatatkan namanya di papan skor. Situasi ini pun bikin banyak yang bertanya-tanya, apakah perannya jadi kurang maksimal karena pengaruh Bukayo Saka, atau memang Gyokeres masih butuh waktu buat klik dengan sistem Mikel Arteta?
Faktanya, performa Arsenal tetap stabil, tapi kontribusi gol Gyokeres belum sesuai ekspektasi awal.
Fokus Serangan Masih Lewat Sisi Kanan
Salah satu hal yang paling kelihatan dari pola main Arsenal adalah dominasi serangan lewat sisi kanan. Bukayo Saka masih jadi pusat kreativitas, mulai dari progresi bola, umpan kunci, sampai tembakan langsung ke gawang. Banyak serangan berakhir di kakinya, entah untuk cut inside atau mengirim crossing.
Kondisi ini bikin peran striker jadi agak berbeda. Gyokeres lebih sering diminta membuka ruang, menarik bek lawan, dan jadi pemantul bola, ketimbang jadi target utama penyelesaian akhir. Secara statistik, sentuhan Gyokeres di kotak penalti masih kalah dibanding peluang yang didapat Saka dan gelandang serang lainnya.
Bukan berarti Gyokeres tidak bekerja, tapi kontribusinya lebih banyak terasa di fase build-up daripada di papan skor.
Adaptasi dan Gaya Main yang Berbeda
Selain faktor taktik, adaptasi juga jadi isu penting. Gyokeres datang dari liga dengan ritme permainan yang berbeda, di mana ia lebih sering jadi pusat serangan dan diberi banyak suplai langsung. Di Arsenal, alurnya lebih kolektif dan dinamis, dengan banyak rotasi posisi.
Arteta dikenal mengutamakan pergerakan tanpa bola dan pressing dari lini depan. Ini menuntut Gyokeres untuk lebih aktif turun menjemput bola, menutup jalur passing, dan ikut membangun serangan sejak awal. Peran seperti ini memang tidak selalu langsung berujung gol, tapi penting buat keseimbangan tim.
Beberapa pengamat menilai, selama adaptasi ini belum sepenuhnya tuntas, wajar jika produktivitasnya belum meledak.
Bukan Soal Saka, Tapi Soal Proses
Mengaitkan mandeknya gol Gyokeres semata-mata dengan dominasi Saka mungkin terlalu simpel. Justru, keberadaan Saka bisa jadi peluang emas kalau koneksi di antara mereka makin nyetel. Saat kombinasi di sisi kanan berjalan mulus, striker seharusnya bisa dapat ruang lebih lega di tengah.
Yang dibutuhkan sekarang adalah waktu dan penyesuaian kecil dalam pola serangan. Bisa lewat variasi umpan silang, pergerakan diagonal Gyokeres, atau lebih banyak kombinasi satu-dua di kotak penalti.
Masih Ada Waktu untuk Meledak
Musim masih panjang dan tekanan di Arsenal memang besar, apalagi buat striker baru. Tapi dengan kualitas fisik, insting gol, dan etos kerja yang dimiliki Gyokeres, peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar.
Kalau chemistry dengan Saka dan lini tengah makin terbangun, bukan tidak mungkin kran golnya bakal segera terbuka. Untuk saat ini, mungkin bukan waktunya menyalahkan siapa pun, tapi lebih ke menikmati proses sebelum hasil besar datang.